Adab Pertama Guru dan Adab pertama Murid dari Kitab Kiai Hasyim Asy’ary

Kira-kira, adab apa yang harus pertama diperhatikan guru dan murid dalam diri mereka sendiri? Apakah sama atau berbeda?

Mari kita buka kitab beliau pada “Bab Kelima: Adab Alim (Orang Berilmu/Guru) dalam Dirinya”

الباب الخامس في أدب العالم في حق نفسه

Dan “Bab Kedua: Adab Orang Belajar/Murid dengan Dirinya”

الباب الثاني في أدب المتعلم مع نفسه

Ternyata, Kiai Hasyim mengajarkan

الأول أن يديم مراقبة الله تعالى في السر والعلانية

bahwa muraqabah adalah adab pertama bagi guru. Deskripsinya: kita selalu merasa diawasi Allah dimanapun dan kapanpun, sendiri maupun bersama makhluq, rahasia ataupun terang-terangan.

Yang lebih mengherankan, muroqobah bukanlah adab untuk level murid. Dari sepuluh adab murid di kitab Kiai Hasyim, tidak ada muroqobah.

Kemudian apa adab yang paling penting dalam diri murid?

الأول أن يطهر قلبه من كل غش ودنس وغل وحسد وسوء عقيدة وسوء خلق،

Adab pertama murid adalah membersihkan hati. Dari apa? Dari semua kebohongan/kepura-puraan/tipuan, kotoran, pikiran jelek, iri/dengki, aqidah/kepercayaan jelek dan akhlaq jelek.

Kenapa?

ليصلح بذلك لقبول العلم وحفظه والإطلاع على دقائق معانيه والفهم لغوامضه.

Alasannya, agar murid pantas menerima ilmu, menghafal ilmu, melihat kedalaman makna ilmu dan memahami hal-hal yang samar dalam ilmu itu.

Setelah dibaca dengan teliti, kita akan tahu bahwa adab ini tidak ada di duapuluh adab guru. Bahkan tak satupun dari sepuluh adab murid ada di duapuluh adab guru. Kenapa? Tentu saja karena guru sudah pernah menjalani latihan murid. Sehingga, guru sudah mempunyai sepuluh adab murid. Kemudian guru naik level dan harus menguasai duapuluh adab guru. Sedangkan murid perlu membawa sepuluh adab level murid. Kemudian mereka berjuang mengkloning duapuluh adab guru.

Jika kita tidak meniru gaya ulama’ salaf menjadi murid, maka -di dalam adab ini- kita mungkin bisa bilang bahwa sebagai guru, kita tidak punya adab dan sebagai murid, kita juga tidak beradab. Guru/ustadz/ustadzah karbitan dan murid sama-sama tidak muraqabah. Sama-sama tidak merasa diawasi Allah. Murid tidak bisa mengambil contoh dari guru tentang sifat muroqobah. Sama-sama bukan muhsinin yang dekat dengan rahmat Allah.

اللهم إني مغلوب فانتصر

اللهم اغفر لنا ذنوبنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين ءامنوا ربنا إنك رءوف رحيم

اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.